Assalamulaikum pembaca.
Tak terasa sudah tiga seri Ubuntu yang saya buat tutorialnya. Kali ini giliran
seri Ubuntu 14.10
Dalam instalasi ini
saya masih menggunakan laptop ASUS X45U dengan spesifikasi sebagai berikut :
Processor : AMD E-450 APU with Radeon(tm)
HD Graphics 1.65 GHz
RAM : 2 GB
System Type : 64-bit Operating System
DirectX Version : DirectX 11
Display : AMD Radeon HD 6320 Graphics
Untuk lebih lengkapnya
lagi silahkan gunakan koneksi internet kalian untuk browsing lebih lanjut. Atau
jika koneksi internet kalian mati, datang ke warnet untuk browsingnya. Dan jika
warnetnya tutup, gunakanlah koneksi Wi-Fi gratis di daerah kalian agar bisa
browsing. Dan apabila di daerah kalian tidak mepunyai koneksi Wi-Fi gratis maka
sudahi saja rasa penasaran kalian untuk mengetahui spesifikasi lebih lanjut
dari laptop saya.
Mariiiiii.
1.
Buka VMware
Workstation 10 klik “Create a New Virtual Machine”
2.
Pilih type
“Typical (Rocemended)” dan klik “Next”
3. Pilih “Installer disc image file (iso)” dan browse
file Ubuntu 14.10 yang berekstensi ISO kalian. Klik “Next”
4.
Isi dialog
sesuai keinginan. Klik “Next”
5.
Isi dialog
sesuai keinginan (lagi). Klik “Next”
6.
Pilih “Split
virtual disk into multiple files”. Pada “Maximum disk size (GB)” turunkan
menjadi “10.0” agar tidak lama menunggu proses instalasinya. Jika sudah klik “Next”
7.
Klik “Finish”
8.
Proses instalasi
pada VMare sedang berlangsung. Sembari menunggu kalian bisa menyambi menonton
televisi ya
9.
Dan tidak terasa
ternyata proses installasi berjalan dengan cepat dan akhirnya selesai juga.
Ciyeeee selamaaaat ya. Jangan lupa televisinya dimatiin kalo ga ditonton ya.
REVIEW:
Efek dari penurunan
“Maximum disk size (GB)” menjadi 10 GB sangat terasa. Tidak perlu ditinggal
bobo lagi, cukup disambi menonton televisi sembari mouse digeser agar laptop
tidak sleep dan tak terasa selesai juga proses installasinya. Kurang dari satu
jam proses installasi selesai. Sepertinya Linux dalam membuat sebuah Sistem
Operasi kurang greget. Terbukti dengan sangat sedikitnya perbedaan dari segi
penampilan. Sehingga orang awam cukup sulit untuk membedakan antar seri Ubuntu.
Kalau perbedaan dari segi performa saya kurang mengetahuinya karena terhambat
dengan laptop saya yang “slow motion” terus untuk mencoba membuka
program/software lainnya.














Tidak ada komentar:
Posting Komentar