Sabtu, 13 Juni 2015

Instalasi Ubuntu 14.10 Menggunakan VMware Workstation 10

Assalamulaikum pembaca. Tak terasa sudah tiga seri Ubuntu yang saya buat tutorialnya. Kali ini giliran seri Ubuntu 14.10

Dalam instalasi ini saya masih menggunakan laptop ASUS X45U dengan spesifikasi sebagai berikut :

Processor                     : AMD E-450 APU with Radeon(tm) HD Graphics 1.65 GHz
RAM                           : 2 GB
System Type                : 64-bit Operating System
DirectX Version           : DirectX 11
Display             : AMD Radeon HD 6320 Graphics

Untuk lebih lengkapnya lagi silahkan gunakan koneksi internet kalian untuk browsing lebih lanjut. Atau jika koneksi internet kalian mati, datang ke warnet untuk browsingnya. Dan jika warnetnya tutup, gunakanlah koneksi Wi-Fi gratis di daerah kalian agar bisa browsing. Dan apabila di daerah kalian tidak mepunyai koneksi Wi-Fi gratis maka sudahi saja rasa penasaran kalian untuk mengetahui spesifikasi lebih lanjut dari laptop saya.

Mariiiiii.

1.      Buka VMware Workstation 10 klik “Create a New Virtual Machine”


2.      Pilih type “Typical (Rocemended)” dan klik “Next”


3.      Pilih “Installer disc image file (iso)” dan browse file Ubuntu 14.10 yang berekstensi ISO kalian. Klik “Next”


4.      Isi dialog sesuai keinginan. Klik “Next”


5.      Isi dialog sesuai keinginan (lagi). Klik “Next”


6.      Pilih “Split virtual disk into multiple files”. Pada “Maximum disk size (GB)” turunkan menjadi “10.0” agar tidak lama menunggu proses instalasinya. Jika sudah  klik “Next”


7.      Klik “Finish”


8.      Proses instalasi pada VMare sedang berlangsung. Sembari menunggu kalian bisa menyambi menonton televisi ya



9.      Dan tidak terasa ternyata proses installasi berjalan dengan cepat dan akhirnya selesai juga. Ciyeeee selamaaaat ya. Jangan lupa televisinya dimatiin kalo ga ditonton ya.





REVIEW:


Efek dari penurunan “Maximum disk size (GB)” menjadi 10 GB sangat terasa. Tidak perlu ditinggal bobo lagi, cukup disambi menonton televisi sembari mouse digeser agar laptop tidak sleep dan tak terasa selesai juga proses installasinya. Kurang dari satu jam proses installasi selesai. Sepertinya Linux dalam membuat sebuah Sistem Operasi kurang greget. Terbukti dengan sangat sedikitnya perbedaan dari segi penampilan. Sehingga orang awam cukup sulit untuk membedakan antar seri Ubuntu. Kalau perbedaan dari segi performa saya kurang mengetahuinya karena terhambat dengan laptop saya yang “slow motion” terus untuk mencoba membuka program/software lainnya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar